Perbedaan antara wanita dan laki-laki dalam lingkungan Sosial

Pembedaan antara laki-laki dan wanita sudah dirasakan sejak lama. Hal ini meliputi semua bidang dalam lingkungan social seperti keluarga, pergaulan, pekerjaan dan pernikahan. Contohnya adalah pada bidang pendidikan dimana anak laki-laki mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, alasanya adalah karena laki-laki merupakan kepala keluarga dan harus dibekali pendidikan yang cukup agar dapat menghidupi keluarga. Untuk sebagian orang tua pemikiran ini adalah alasan dari pembedaan perlakuan antara wanita dan laki-laki. Untuk zaman sekarang pemikiran tersebut sangat tidak rasional karena kenyataannya terkadang tidak sesuai dengan yang direalita.

Selain itu,  dalam bentuk kesenjangan social tidak hanya wanita yang menjadi korban, tetapi laki-laki pun menjadi korban, laki-laki menjadi korban akibat nilai-nilai yang ada di masyarakat kita. Sebagai contoh, wanita bekerja disektor public dan selepas pulang dari kantor dia adalah ibu rumah tangga yang harus bertanggung jawab terhadap keluarga dan melakukan  pekerjaan rumah yang dikerjakan sendiri. Begitu pula laki-laki, akibat banyak perusahaan yang menginginkan pekerja wanita sehingga, para pekerja laki-laki yang mengalami PHK menanggung beban social dan mengalami stress berlebih karena anggapan bahwa dia tidak mampu lagi bekerja dan tidak tahu harus bekerja apa yang sesuai dengan kemampuannya, walaupun istri dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini disebabkan karena lingkungan dan prinsip mereka masing-masing. Terkadang kesenjangan social antara wanita dan laki-laki dapat menimbulkan KDRT(kekerasan dalam rumah tangga) yang berujung pada perceraian dan ranah hukum dalam konteks pernikahan.

KDRT pada awalnya bersifat intern antara suami dan istri dan pihak lain tidak berhak mencampurinnya. Tetapi, pada tahun 2004 KDRT diatur dalam UU No. 23/2004 tentang Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (UU P-KDRT) sudah sepatutntya dilakukan untuk melindungi setiap warga Negara dari rasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Dalam kaitannya dengan logika hukum dan Hak azasi manusia (HAM), setiap warga maksudnya adalah tidak hanya meliputi perempuan melainkan juga laki-laki, dewasa dan anak pekerja rumah tangga.

About yulichulai

love and my parents make my life beatiful...
This entry was posted in umum, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s