Kemiskinan adalah jerat yang sulit untuk dilepasakan

Indonesia merupakan Negara berkembang yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat “fantastic”. Semua yang ada disekitar kita tumbuh dengan subur seperti hasil peternakan, pertanian, pertambangan, perikanan dan perkebunan. Ironinya semua yang ada disekitar kita tidak kita dapatkan seperti perkembangannya yang subur. Bahkan kebutuhan pangan untuk rakyat harus diekspor dari Negara-negara tetangga.

Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki penduduk sebesar 277 juta jiwa(tahun 2007) didalam pulau yang terdiri dari 13.667 pulau dengan keanekaragaman 370 bangsa dan berbicara dengan 67 bahasa induk. Namun, dibalik kekayaan itu semua Indonesia juga kaya akan orang miskin yaitu sekitar 16.6% atau 36.5 juta hampir sepertujuh dari  jumlah penduduk. Menurut World Bank penduduk Indonesia yang masih dibawah garis kemiskinan sebanyak 49 % pada tahun 2007 atau berpendapan di bawah 2 dollar AS per hari ( ketentuan garis kemiskinan versi World Bank ).

Menurut Robert Chambers bahwa inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut deprivation trap atau perangkap kemiskinan. Perangkap itu terdiri dari :

1. Kemiskinan itu sendiri

2. Kelemahan fisik

3. Keterasingan atau kadar isolasi

4. Kerentaan

5. Ketidakberdayaan

Factor – factor internal dan eksternal orang miskin pun semakin membuat kehidupan yang mereka jalani semakin sulit. Adapun factor internal orang miskin diantaranya : tingkat pendidikan yang rendah, kebodohan, sikap apatis orang miskin terhadap segala kebijakan pemerintah, dll. Dan inilah ( factor internal ) yang selama ini dijadikan salah satu alasan pemerintah, mengapa kemiskinan sulit dientaskan.

Adapun akibat dari kemiskinan ini adalah :

  1. a. Eksploitasi anak dibawah umur yang harus menghidupi keluarga dengan pendidikan yang rendah dan pekerjaan yang tak sesuai dengan kemampuannya
  2. b. Masalah social seperti pencurian, penipuan, pembunuhan dan masalah-masalah kriminalitas yang timbul akibat dari kesenjangan social.
  3. c. Putus sekolah karena orang tua yang tidak mampu membiayai sekolah dan keperluan keluarga yang lebih mendesak.
  4. d. Kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh orang-orang yang frustasi karena ekonomi yang tak bersahabat sedangkan, kebutuhan yang tak terduga lebih banyak.

Berikut adalah beberapa contoh kasus kemiskinan yang melanda Indonesia dan mengakibatkan pelanggaran HAM :

  • Jatah beras miskin (raskin) yang didrop via ke-tua RT 1 x/ bulan tidak bisa ditebus oleh yang berhak. Saat beras datang, mereka tidak sanggup mengganti biaya transportasi karena sedang tidak punya uang (karena memang benar2 miskin). Akhirnya beras dibeli oleh orang yang lebih mampu.
  • Riba eceran (pinjaman bernilai kecil) banyak terja-di di kalangan orang miskin. Hutang Rp 200.000,- mesti dibayar Rp 8.000 per hari x 30 hari (bunga 20%/bulan)
  • Seorang anak balita di Makassar meninggal karena tidak diperiksakan dan dirawat di rumah sakit setelah 1 bulan menderita sakit, dikarenakan tidak mampu membayar biaya kesehatan (Kompas, 2/11 ).

About yulichulai

love and my parents make my life beatiful...
This entry was posted in umum, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s