Anak Jalanan dan dilemma dalam kehidupannya

Kau masih terlalu kecil untuk mengais rezeki…

Terkadang kita melihat anak-anak yang masih sangat kecil sudah mencari uang dimana, seharusnya masa kecil mereka dihabiskan untuk sekolah, bermain dan belajar. Tetapi, untuk sebagian anak – anak di jalanan itu hanya mimpi. Tangan – tangan mereka yang kecil dan fisik mereka yang lemah seharusnya mereka dijadikan sebagai objek untuk dilindungi dan bukan sebagai sapi perah yang dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Anak jalanan merupakan masalah social yang paling serius karena, masa depan bangsa tertanam  pada tangan-tangan mereka. Bila penerus bangsa tidak dibekali oleh pendidikan dan sudah dibekerjakan pada usia yang masih dini sangat rentan bagi pertumbuhan fisik dan mental mereka masing-masing.

Sebenarnya dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia  Pemerintah sudah memberikan program BOS tetapi dalam prakteknya masih banyak anak jalanan yang terlantar dan tidak sekolah. Alasannya, bermacam-macam mulai dari tidak mampu membeli perlengkapan sekolah, MALAS, dank karena factor-faktor lingkungan (seperti ajakan teman, pemalakan oleh senior dll.). sehingga program BOS kurang efektif untuk menuntaskan masalah putus sekolah yang banyak dialami anak Indonesia, sehingga cara yang mudah untuk mereka untuk mendapatkan uang adalah dengan bekerja. Terkadang pekerjaan yang mereka lakukan tak sebanding dengan imbalan yang didapatkan dan terkadang dapat mebahayakan mereka. Anak jalanan ini pada umumnya bekerja pada sector informal. fenomena munculnya anak jalanan ini bukanlah karena adanya transformasi system social ekonomi dan masyarakat pertanian ke masyarakat pra-industri atau karena proses industrialisasi. fenomena ini muncul dalam bentuk yang sangat eksploratif bersama dengan adanya transformasi social ekonomi masyarakat industrialisasi menuju masyarakat yang kapitalistik.

Sebenarnya isltilah anak jalanan pertama kali diperkenalkan di Amerika Selatan atau Brazilia yang digunakan bagi kelompok anak-anak yang hidup dijalanan umumnya sudah tidak memiliki ikatan tali dengan keluarganya. Anak-anak pada kategori ini pada umumnya sudah terlibat pada aktivitas-aktivitas yang berbau criminal. Kelompok ini juga disebut dalam istilah kriminologi sebagai anak-anak dilinguent. Istilah ini menjadi rancu ketika dicoba digunakan di negara berkembang lainnya yang pada umumnya mereka masih memiliki ikatan dengan keluarga. UNICEF kemudian menggunakan istilah hidup dijalanan bagi mereka yang sudah tidak memiliki ikatan keluarga, bekerja dijalanan bagi mereka yang masih memiliki ikatan dengan keluarga. Di Amerika Serikat juga dikenal istilah Runauay children yang digunakan bagi anak-anak yang lari dari orang tuanya.

Kemiskinan dan kebijakan-kebijakan yang tidak merata adalah sebab timbuknya anak jalanan. Hal ini dapat ditemukan dari latar belakang geografis, social ekonomi anak yang memang datang dari daerah-daerah dan keluarga miskin di pedesaan maupun kantong kumuh perkotaan.

About yulichulai

love and my parents make my life beatiful...
This entry was posted in umum, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s